Alkhamdulillahirobbil alamiin, blog saya ini bisa terwujud.Sebenarnya sudah lama saya ingin sekali berkreasi didunia maya ini,terus terang saya sangat tidak faham tentang cara menulis atau tata cara membuat blog, untuk itu saya mohon saran dan kritik para pembaca agar tampilan blog saya selanjutnya bisalebih baik.
Kembali pada judul diatas memang sudah berbulan-bulan saya hampir setiap hari bahkan setiap sa'at dilanda kebingungan yang sangat sulit mengambil sebuah keputusan.
Sejak kecil aku dilingkungan Nadiyin aku sudah disekolahkan di TK yang islami oleh orang tua saya
sorenya aku belajar mengaji yang kebetulan bapak saya sendiri yang mengajarinya, saya pernah berguru kepada orang lain, mungkin karena takut anaknya tidak sungguh-sungguh maka diajari sendiri. Ini berlangsung SD,SMP,SMA bahkan waktu SD sore hari aku harus sekolah di madrasah dinia. SMP, aku disekolahkan di SMP MUhammadiyah 6 Kepanjen Malang dengan alasan 1. Karena tidak diterima di SMPN, sebenarnya bukan karena bodoh tapi terus terang sebelum SMP, saya SD kelas V madrasah dinia kelas VI jadi langsung ikut ujian dan dapat jinasah eh ijazah, jadi saya tidak mengenal pelajaran umum kelas VI SD.
2. Supaya mengenal pelajaran di SMP tsb. Dengan catatan agar mengenal saja jangan sampai ikut ajarannya.
Ma'af ni pembaca ceritanya memang harus demikian, supaya pembaca faham persoalan saya.
sejak SMP kelas III aku kenal seorang gadis yang bernama Anni Azizah dan sekelas dengan saya, dan saya tidak mengenal latar belakangnya waktu itu. Pertama memang cintaku ditolak, dengan alasan masih kecil gitu, karena saya desak terus yaditerima, ingat pacaran doeloe cuma sebatas surat menyurat itupun dah marem, gak kayak sekarang "not shame" waduh nanti saya digeber anak sekarang. Setelah hampir keluar SMP aku paham bahwa dia anak pegawai KUA. Hingga SMA kami melanjutkan kesekolah yang sama, sampai lulus.
Dari perjalanan saya mulai SMP-SMA perbedaan pelajaran antara Nadiyin dan Mhammadiyah tidak ada pengaruh didunia saya, bahkan aku menjadi pemimpin tahlil,yasinan,diba'an dll kegiatan di daerah saya.
Pada tannggal 28 November 1992 saya menikah, sampai akhirnya dikaruniai 2 anak, saya faham bahwa mertua saya adalah Muhammadiyah, jadi saya enjoy aja bisa muhmmad nu, begitu juga istri saya.
Akhir-akhir ini saya sering melihat perbedaan-perbedaan yang sangat tajam bahkan sampai pernah di Majid saya, kebetulan aku juga anggouta takmir masjid tsb sampai sekarang, pernah muysawarah ketakmiran membahas orang yang mati diluar nadiyin terutama LDII akan ada semacam ancaman tidak mau atau dilarang takziyah kepada LDII.
Sejak itu saya sering berfikir dan bertanya, mengapa orang-orang sesama saudara seperti ini? padahal menurut hemat saya malah orang-orang diluar sana yang lebih baik (yang dikerjakan hati-hati dari bid'ah) dari sini saya berusaha banyak belajar, membaca, mengamati, ternyata banyak hal-hal yang selama ini saya lakukan atau saya kerjakan banyak yang diluar ajaran Rosulullah.
Dulu saya tidak pernah mempersoalkan bid'ah, menurut saya itu hanya memperuncing pendapat, tapi sekarang saya mulai mempelajari islam yang tidak terlalu banyak bid'ah, memang dulu pendapat saya, orang kalau tidak mau bid'ah ya tetap naik unta, padahal Nabi melarang bid'ah dalam urusan agama tapi urusan fasilitas diserahkan umatnya.
Pernah saya diberi vcd ceramah / cerita pimpinan orang hindu yang tugasnya sebelum masuk islam itu membuat orang islam untuk mengerjakan ajaran hindu dengan amat halus. Menurut orang tsb hampir semua acara selamatan atau ritual terutama di Jawa semuanya dari hindu, bahkan beliau ini mengatakan acara selamatan orang mati 3,7,40,100,1000 itu adanya di kitab agama hindu, sedang di kitab orang islam itu tidak ada, saya fikir bener juga orang ini.
Terus saya berfikir terus dan punya kesimpulan, la yang namanya agama di ridhoi dan disempurnakan oleh Allah hanyalah Agama Islam ini, mengapa kitaharus menambah dengan mengimport ajaran agama lain????
Nah yang membuat saya bingung sekarang, kalau saya menampakkan perilaku saya yang mulai menjahui bid'ah maka jelas saya dan keluarga saya akan dikucilkan dan jika mati nanti gak ada yang menguburkan di daerah saya, dan yang saya takutkan pasti nanti berhadapan dengan orang tua saya.
Dan saya sudah tidak mau lagi kembali dalam kehidupan lama.
Tolong para pembaca beri saran kepada saya !!!! trims
Tidak ada komentar:
Posting Komentar